|
Mengingat kaitan erat antara merokok dengan kanker, YKI sejak lama telah
melakukan kegiatan "kampanye anti rokok" dengan berbagai kegiatan seperti
penerbitan Buletin Rokok rutin per tiga bulan, Klinik Berhenti Merokok
membuat brosur, stiker dan kaos berlogo anti rokok serta mengadakan
lomba poster dan lomba penulisan artikel tentang rokok di media cetak
oleh wartawan. Berbagai kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menggugah
kesadaran masyarakat agar jangan mulai merokok bagi orang yang belum
merokok dan agar berhenti merokok bagi para perokok. Berkat aktivitas
dalam kampanye anti rokok, pada tanggal 31 Mei 1990 YKI memperoleh penghargaan
dan WHO yaitu "Commemorative Certificate and Medal on World
No Tobacco Day". Selain itu YKI juga memperoleh "Tobacco
or Health Medal 1990" dari WHO South East Asia Region.
Untuk
memenuhi himbauan WHO agar penanggulangan masalah merokok mendapatkan
perhatian dan negara-negara anggota, sebagai langkah konkret YKI dan
beberapa LSM seperti Yayasan Jantung Indonesia, Yayasan Asma Indonesia,
Yayasan Stroke Indonesia, Wanita Indonesia Tanpa Tembakau dan lain-lain
telah membentuk Komite Nasional Penanggulangan Masalah Merokok pada
tanggal 29 Oktober 1998.
Sebagai
pelaksanaan Program Komite Nasional tersebut di YKI dibentuk Unit Penanggulangan
Masalah Merokok yang bertugas mengadakan penyuluhan, penerangan dan
himbauan kepada masyarakat tentang bahaya merokok, penanggulangan masalah
merokok, khususnya di kalangan anak muda.
Untuk
itu, Unit Rokok YKI mempunyai mitra kerja mahasiswa dan 5 Perguruan
Tinggi, yaitu Fak. Kedokteran Univ. Indonesia, Fak. Kedokteran Univ.
Yarsi, Fak. Kedokteran Univ. Atmajaya, Fak. Kedokteran Univ. DR. Moestopo
Beragama dan Fak. Kedokteran Univ.. Pajajaran Bandung, di mana cakupan
kerja YKI dapat meluas ke Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pentama &
Sekolah Menengah Umum tergantung daerah binaan dan masingmasing Universitas
mitra YKI tersebut.
|
|