Jauh
sebelum Indonesia bebas dari penjajahan, masalah kanker sudah dikenal.
Dari catatan dieketahui, bahwa pada tanggal 24 Julii 1922 beberapa dokter
dari Bandung dan sekitarnya ditambah beberapa dari jakarta mendirikan
"Het Nederlandsch Indische Kanker Instituut (NIKI). N.I.K.I ini
berkedudukan di ibukota provinsi Jawa Barat dan memiliki laboratorium
di "Prinses Juliana Ziekenhuis" yang kini menjadi RS "Hasan
Sadikin" yang pada waktu itu sudah dilengkapi dengan alat-alat
rontgen dan radium.
Secara
teratur anggota lembaga tersebut bertemu untuk mengadakan pelaporan
dan diskusi mengenai aktivitas di bidang penanggulangan kanker. Sesudah
Indonesia merdeka, sejalan dengan majunya ilmu pengetahuan mengenai
kanker, informasi terus mengalir. Pada gilirannya masyarakat tergugah
dan tumbuh minatnya pada penanggulangan penyakit kanker.
Kendati
masih bersifat lokal, diberbagai kota besar terbentuklah tujuh yayasan,
yaitu;
- Yayasan Pemberantasan
Penyakit Cancer Indonesia di Jakarta (1962)
- Yayasan Anti Kanker "Kucala"
di Yogyakarta (1964)
- Yayasan Kanker Bandung
di Bandung (1965)
- Yayasan Kanker "Dasa
Mala Marta" di Surakarta (1965)
- Yayasan Anti penyakit
Kanker di Semarang (1966)
- Yayasan Kanker "Wisnuwardhana"
di Surabaya (1969)
- Yayasan Pemberantasan
Kanker di Malang (1970)
Pada saat
itu dirasakan semakin mendesaknya keperluan akan penyelenggaraan satu
seminar bertaraf Internasional. Maka sesudah melalui persiapan-persiapan
yang dimulai dari tanggal 3 Juni 1975, pada tanggal 22, 23 dan 24 Januari
1976 Seminar Kanker Nasional I dapat diselenggarakan di Jakarta, bertempat
di Taman Ismail Marzuki.
Yayasan
Kanker Indonesia lahir pada tanggal 17 April 1977 dan mengkhususkan
diri berkiprah di bidang penanggulangan penyakit kanker. Setelah melewati
masa-masa awal yang tidak selalu mulus, YKI saat ini memiliki 26 YKI
Wilayah yang tersebar di tingkat provinsi dan 178 YKI Cabang di tingkat
kabupaten.
Bila
menengok kebelakang, YKI dapat terbentuk berkat dedikasi dan bantuan
dari para tokoh pendiri, antara lain Mantan Wakil Presiden RI DR. Moh.
Hatta. Menteri kesehatan Dr. G.A Siwabessy dan 15 orang lainnya. Pada
dasarnya keberadaan YKI sebagai organisasi non pemerintah mendukung
Pemerintah Indonesia dalam upaya menangani masalah-masalah yang ditimbulkan
karena penyakit kanker. Bhakan baynak di antara para relawan yang sudah
mengabdikan tenaganya di Yayasan ini selama hampir 25 tahun.
|